Primasaja.com: Service WEB, MOBILE & SOFTWARE DEVELOPMENT , ENGINEERING & ARCHITECTURE , DESIGN & CREATIVE , ADMIN SUPPORT , SALES & MARKETING , INSTALASI JARINGAN & KOMPUTER
Email: jakaprima123@gmail.com
Phone: 081311086653
Fax: -
Url:
cash, credit card
Perum Griya Rajeg Lestari Blok C No 24
Tangerang indonesia 15540

Definisi Expressions dijelaskan dengan contoh PHP

0
jaka prima maulana
www.primasaja.com -

Expressions

expression adalah hal yang paling penting dalam membangun blok PHP. dalam PHP, hampir semua yang kamu tulis itu adalah ekspresi. hal yang paling simple tepat / accurate cara untuk mendefinisikan ekspresi adalah "apapun yang mempunyai value".


form yang paling basic dari ekspresi adalah constants dan variables. ketika kamu mengetik "$a = 5", kamu menandai '5' kedalam $a. '5', dengan jelas / obviously, memiki value 5, atau dengan kata lain kata '5' dalam ekspresi dengan value dari 5 (dalam kasus ini, '5' adalah integer constant).


setelah ini didefinisikan, kamu memastikan bahwa $a bernilai 5, jadi jika kamu menulis &b - $a, kamu memastikan bahwa $b bertingkah sama seperti apa jika kamu tulis $b = 5. dengan kata lain, $a adalah ekspresi dengan nilai 5. jika semua bekerja dengan benar, itu akan sesuai dengan apa yang akan terjadi.

yang menyenangkan / slightly lebih contoh lebih komplex untuk ekpresi adalah function. sebagai contoh, mengacu pada fungsi seperti berikut:

<?php

    function fungsi1(){

        return 5;

    }

?>

asumsikan kamu familiat dengan konsep dari fungsi (jika tidak , lihatlah episode tentang function), kamu berasumsi menulis $c = fungsi1() pada dasarnya / essentially seperti menulis $c = 5, dan kamu benar. function adala ekspresi dengan nilai dari return value. sejak fungsi1() mengembalikan nilai 5, value expression fungsi1() adalah 5. biasanya function tidak hanya mengembalikan static value tetapi melakukan komputasi sesuatu.


tentu saja, value dalam PHP tidak harus menjadi integer, dan sering kali mereka tidak. PHP support 4 scalar tipe value yaitu : integer, floating point, string, dan boolean (scalar values adalaha values yang kamu tidak bisa pecah kedalam potongan yang lebih kecil), tidak seperti arrays. PHP juga support 2 susunan (non-scalar) tipe : array dan objects. setiap tipe value bisa di definisikan kedalam variable atau dikembalikan dari function.


PHP membawa ekspresi lebih jauh, dalam cara yang sama banyak bahasa lain lakukan. PHP adalah bahasa ekspresi terorientasi, dalam pandangan yang semuanya adalah ekspresi. mengacu conoth yang kita telah buat, $a = 5. ini mudah untuk melihat disana terdapat 2 nilai terlibah disini, value dari integer constant 5, dan value dari $a dimana telah terupdate ke 5. tetapi sesungguhnya adalah disana terdapat 1 tambahan value terlibat / involved disana, dan value tersebut ditandai diri sendiri. mendefinisikan diri sendiri evaluasi ke value yang terdefinisi, dalam kasus ini 5. dalam praktek, itu berarti $a = 5, regardless / bagaimanapun juga apa yang dia lakukan, adalah ekspresi dengan value 5. demikian, menulis sesuatu seperti $b = ($a = 5) adalah seperti menulis $a = 5; $b = 5. sejak definisi diterjemahkan dalam kanan ke tuga ke kiri, kamu bisa menulis $b = $a = 5.


contoh bagus lain dari orientasi ekpresi adala n pre- dan post-increment dan decrement. user dari php dan banyak bahasa lain pasti familiat dengan notasi variable++ dan variable--. ini adalah increment dan decrement operator. dalam PHP seperti C disana ada 2 tipe increment pre-increment dan post-increment. keduanya pre-increment dan post-increment pada dasarnya increment variable, dan berefek pada variable adalah identical. perbedaan dengan value ekspresi increment . Pre-increment, dimana ditulis dengan ++$variable, terevaluasi ke incremented value (PHP increments variable sebelum ditulis valuenya, demikian / thus namanya jadi pre-increment). post-increment, adalah dimana $variable++ terevaluasi original value dari $variable, sebelum dia terincrement (PHP increment variable setelah membaca value, demikian dinamakan post-increment)



yang paling umum ekspresi tipe adalam membandingakan ekspresi. ini terevaluasi ke antara FALSE atau TRUE. PHP support > (lebih besar dari), >= (lebih besar sama dengan), == (sama dengan), != (tidak sama dengan) ekspresi ini paling sering digunakan dalam eksekusi kondisi, seperti if statement.


contoh terakhir dari ekspresi adalah berurusan dengan kombinasi ekspresi tanda operator. kamu telah mengetahui bahwa jika kamu ingin melakukan increment $a 1, maka kamu bisa menulis dengan simple $a++ atau ++$a. tetapi bagaimana jika kamu ingin menambah lebih dari satu ke situ, sebagai contoh 3? kamu tidak bisa menulis $a++ berkali-kali, tetapi dengan jelas tidak efektif atau cara yang nyaman. cara umum prakteknya adalah dengan menulis $a = $a + 3. $a + 3 evaluasikan ke value dari $a ditambah 3, dan ditandai kembali ke $a, dimana hasilnya di increment $a dengan 3. dalam PHP beberapa bahasa lain seperti C, kamu bisa menulis dengan cara yang pendek, dimana dalam waktu menjadi lebih bersih dan cepat untuk dimengerti. menambahkan 3 ke value saat ini dari $a dapat ditulis dengan $a += 3. ini berati sama dengan ambil value dari $a dan tambahkan 3 dan definisikan balik ke $a. untuk tambahan menjadi bersih dan pendek, ini juga berhasil dengan cepat eksekusinya. value dari $a += 3, seperti value dari regular assignment, adalah value assigned. catatan itu bukan 3, tetapi kombinasi value dari $a plus 3.apapun 2 tempat operator bisa digunakan dalam operator-assignment mode, sebagai contoh $a -= 5 (kurangin 5 dari nilah value $a) $b *= 7 (dkalikan 7), dan seterusnya.




disana terdapat satu lagi ekspresi yang terlihat aneh jika kamu belum pernah melihatnya dalam bahasa lain, ternary conditional operator:

<?php

    $pertama ? $kedua : $ketiga;

?>

jika value dari ekspresi pertama adalah TRU, maka ekspresi kedua terevaluasi dan hasil dari kondisi ekspresi. tetapi sebaliknya jika tidak ekspresi ketiga terevaluasi. dan menjadi valuenya


contoh membantu mengerti pre- dan post-increment dan ekspresi dalam contoh umum:

<?php

    function fungsi2($i){

        return $i * 2;

    }


    $b = $a = 5; // mendefinisikanvalue 5 ke variable $a dan $b berisi value $a

    $c = $a++; // post-increment, menanadai original value dari $a 5 ke $c // output: 5

    $e = $d = ++$b; // pre-increment, memasukan increment value $b ke $d dan $e // output: 6


    // pada point ini, baik $d dan $e sama dengan ke 6

    $f = fungsi2($d++); // 6 * 2 = 12 ke $f

    $g = fungsi2(++$e) // 2 * 7 = 14 

    $h = $g += 10; // $g di increment dengan 10 dan berakhir dengan value 24

?>



Total Komentar : 0
Tidak Ada Komentar: